
Hancurnya Istana Raja akibat berbuat Zhalim
Zhalim terbagi tiga macam
Pertama zhalim yang tidak diampunkan oleh Allah, maka itu syirik (mempersekutukan) Allah dengan sesuatu apapun, sebagamana firman Allah ” Sesungguhnya syirik itu zhalim yang sangat besar”.
Kedua zhalim yang mudah diampunkan oleh Allah, maka itu perbuatan maksiat antara manusia terhadap Allah, dan
Ketiga zhalim yang tidak akan dibiarkan oleh Allah yaitu zhalim yang terjadi diantara manusiaa dengan sesamanya, maka pasti akan dituntut oleh orang yang terzhalimi dihadapan Allah. (HR. Albazzar, Atthayalisi).
Ada suatu kisah yaitu seorang wanita Isra’iliyah bertempat tingga disamping istana raja, sehingga oleh raja dianggap merusakkan pemandangan istana itu ia akan membeli rumah wanita itu, tetapi wanita itu tidak mau menjualnya, maka pada suatu hari ketika wanita itu pergi untuk suatu keperluan tiba-tiba raja memerintahkan para pengawalnya menggusur dan merobohkan rumah wanita itu, dan ketika wanita pulang dari berpergiannya ia melihat rumahnya sudah rata dengan tanah, maka ia bertanya : Siapakah yang merobohkan rumahku ini? Jawab orang-orang : Raja bersama pengawalnya. Maka ia langsung melihat keatas langit dan berdo’a : Tuhanku, dan majikanku, jika aku pergi tetapi Engkau tetap hadir untuk membantu orang yang lemah, dapat menolong orang yang dizhalimi. Kemudian ia duduk ditempatnya. Maka tidak lama keluarlah raja dengan rombongan pengawalnya, dan ketika wanita itu ditanya : Menunggu apa kamu disini ? Jawab wanita itu : Aku menunggu hancurnya gedung istanamu, maka ditertawakan dengan ejekan oleh raja itu. Kemudian ketika malam harinya longsorlah gedung istana dengan semua penghuninya, dan ditemukan disalah satu reruntuhan didndingnya tulisan sajak :
- atah za’u biddu’aa’i wataz darihi – wa maa yudrika ma shana addu’aa’u. Sihamullaili la tukh thi walakin – laha amadun walil amad inqidhaa’u, waqad syaa’al Ilahu bima taraa hu – famaa lilmulki indakumu baqaa’u ...
” Apakah kamu mengejek dan meremehkan do’a, sedang kamu tidak mengetahui bagaimana ampuh (sakti)nya do’a itu – Panah diwaktu malam tak pernah luput, tetapi ada saat dan masanya, dan masa itu juga terbatas. Dan Allah telah berkehendak sebagaimana yang telah kamu lihat, maka kerajaan dan kesukaanmu tidak ada sisanya lagi.....
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari kisah tersebut dan kita bersama dipelihara Allah dari kejahatan orang zhalim, dan tipu daya orang-orang kafir
Perbuatan zhalim, yaitu meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Dan berbuat sewenang-wenang terhadap hak orang lain. Dan merampas hak orang dengan paksa. Sebab kedua perbuatan tersebut haram, siapa yang berani menghalalkan maka orang tersebut menjadi kafir, meskipun hak itu berupa sebutir buah atau biji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar