Rabu, 28 Oktober 2009

DIALOG RASULULLAH DENGAN IBLIS


Dialog dengan Iblis

Pada suatu hari, ketika Rasulullah hendak memasuki masjid, beliau melihat iblis berada dipintu masjid. Maka, Rasulullah menegurnya.,” Wahai iblis, apa yang sedang kamu lakukan disini?”
” Aku hendak masuk masjid dan merusak sholatnya orang itu. Tetapi, aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur di situ!” kata iblis sambil menunjuk seseorang yang lagi tertidur di masjid.
Rasulullah bertanya lagi, ” Wahai iblis, mengapa engkau takut terhadap orang yang lagi tidur dan tidak kepada orang yang lagi sholat dan bermunajat kepada Allah?”
” Orang yang sholat tersebut adalah orang yang bodoh (Tidak tahu syarat hukumnya sholat. Tuma’ninah, dan tidak bisa sholat dengan khusyu). Untuk merusak sholatnya, bagiku sangat mudah. Sedangkan, orang yang lagi tidur itu adalah orang yang alim, maka jika aku merusak sholatnya orang bodoh itu, aku khawatir, dia akan membangunkan orang yang lagi tidur itu kemudian mengajari dan membetulkan sholatnya orang yang bodoh tadi!” jawab iblis yang licik itu.
Oleh karena itulah Rasulullah pernah bersabda, ” Tidurnya orang alim itu lebih baik dari pada ibadahnya orang yang bodoh!”.
Wahab bin Munabbih mengemukakan sebuah riwayat bahwa Allah telah memerintahkan iblis untuk datang kepada Rasulullah supaya berdialog dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh beliau. Maka, datanglah iblis ke hadapan beliau dengan menyerupai seorang manusia dan tangan kanannya memegang subuah tongkat. Kemudian, terjadilah percakapan antara Rasulullah dan iblis tersebut. Beliau bertanya, ” Siapakah engkau ?”
”Aku adalah iblis !” Jawabnya.
” Untuk apa engkau datang kesini ?” tanya beliau.
” Aku diutus Allah untuk menjawab seluruh pertanyaanmu!” jawab iblis.
Mendengar perkataan iblis maka Rasulullah bersabda, ” Wahai iblis, berapakah musuhmu dari umat Muhammad?”
” Musuhku yang dari umatmu adalah lima belas golongan yaitu :
1. Kamu, Muhammad, adalah musuhku yang paling besar
2. Imam yang adil
3. Orang kaya yang tawadhu (rendah hati)
4. Pedagang yang jujur
5. Orang alim yang sholat dengan khusyu
6. Orang mukmin yang memberikan nasehat
7. Orang mukmin yang mempererat tali persaudaraan
8. Orang yang bertobat dan menetapi tobatnya itu
9. Orang yang berhati-hati menjauhi barang haram
10. Orang mukmin yang melanggengkan kesuciannya
11. Orang mukmin yang baik akhlaknya
12. Orang mukmin yang hidupnya memberi kemanfataan bagi orang lain
13. Orang yang hafal Al-Qur’an dan melanggengkan hafalannya
14. Orang yang sholat malam dikala manusia sedang tidur.”

Kemudian beliau bertanya lagi,” Siapa saja yang menjadi temanmu dari umatku ini?”
Jawab iblis,” Umatmu yang menjadi teman dan sahabatku ada sepuluh golongan. Mereka adalah :
1. Hakim yang durhaka (tidak mau menegakkan keadilan)
2. Orang yang kaya yang takabur
3. Pedagang yang khianat (curang)
4. Peminum khamar dan penjudi
5. Tukang fitnah
6. Orang riya
7. Orang yang memakan harta anak yatim
8. Orang yang meremehkan sholat
9. Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat, dan
10. Orang yang panjang angan-angan tetapi miskin harta.
Semua itu menjadi saudaraku!” jawab iblis mengakhiri dialognya dengan Rasulullah Saw.

Tidak ada komentar: